Pemerintah Tak Perlu Berutang Untuk Bangun PLTN Muria

Republika, 09 Juli 2006

Bandung – Untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria, pemerintah tidak perlu berutang ke luar negeri. Pasalnya, investasi pembangunan PLTN Muria lebih murah dibanding dengan PLTN lainnya. Selain itu, hingga kini banyak investor dari dalam ataupun luar negeri yang berminat.

Seperti diungkap Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Drs. Soedyartomo Soentono, MSc PhD, investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTN Muria sekitar 1.500-1.800 dollar AS per kilo watt elektris (KWE). Harga jualnya, kata dia, 3,4 – 4,2 sen dollar AS per KWH.

Alhasil, �Pemerintah tidak perlu berutang untuk pembangunan ini,� kata Soedyartomo sabtu (8/7).

Ia menambahkan, sejak 1970-an sejumlah PLTN termasuk Muria telah dilakukan penelitian untuk melihat kelayakannya. Pada 1986, sejumlah PLTN itu dikerucutkan menjadi lima, diantaranya Semenanjung Muria, Situbondo, dan Lasem.

Soedyartomo menjelaskan, dari hasil penelitian itu, Muria layak dijadikan PLTN. Ini lantaran Muria tidak mempunyai patahan yang berpotensi gempa. Sedangkan untuk sisi kebocoran, ia mengatakan Semenanjung Muria tidak perlu dikhawatirkan.

Hingga kini, sambung Soedyartomo, pembangunan PLTN Muria sedang melalui proses regulasi, spesifikasi, teknis, dan proses tender. Pada 2010, PLTN Muria ditargetkan mulai berproduksi.

Soedyartomo mengungkapkan, pembangunan PLTN Muria bisa memenuhi empat persen kebutuhan listrik di Jawa-Bali. Selain PLTN Muria, ia menjelaskan, akan dibangun PLTN serupa di Kalimantan dan Madura. Rencana pembangunan di dua wilayah itu akan selesai 2025. * ren

***

Lihat Berita Hari Ini

Copyright © 2007 PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten